{Pesan Gus Dur)

"Mendirikan Negara Islam Tidak Wajib Bagi Kaum Muslimin, tapi Mendirikan Masyarakat Yang Berpegang Pada Ajaran Islam Adalah Sesuatu Yang Wajib".

Al Muhafadhotu 'Ala al Qodimi as-Sholih Wal Akhdu Bi aljadidi al- Ashlah

"(melestarikan nilai-nilai lama yang masih relevan dan megambil ilai-nilai baru yang lebih progresif)".

{Pesan Gus Dur)

"Mendirikan Negara Islam Tidak Wajib Bagi Kaum Muslimin, tapi Mendirikan Masyarakat Yang Berpegang Pada Ajaran Islam Adalah Sesuatu Yang Wajib".

Kamis, 11 September 2014

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un


Kabar duka menyelimuti pengurus MWC NU Paiton, Ust. Jufri Sholeh, sosok yang tak kenal lelah demi memperjuangkan Nahdlatul Ulama telah kembali keharibaan sang Robbi.
Beliau yang menjabat sebagai Rois Syuriah NU Ranting Sumberanyar meninggal pada hari Senin, 11 September 2014 di kediamannya Sumberanyar Kecamatan Paiton.
Meninggalnya salah satu pejuang NU ini membuat sebagian besar warga nahdliyin dan masyarakat sekitar merasa kehilangan. Sejak kabar duka tersebut tersebar, di rumah duka banyak masyarakat yang datang takziah untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa sekaligus membacakan tahlil.
Kabar meninggalnya Ust. Jufri Sholeh juga tersebar melalui pesan BlackBerry Messanger. Hal itu juga diperkuat dengan ucapan H. Barzan Ahmadi, M.Pd.I Selaku Ketua MWC NU Paiton.
"Almarhum sosok yang sangat teguh untuk berjuang bersama, demi kepentingan umat, demi berdakwah. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Amin." kata H. Barzan Ahmadi, M.Pd.I saat ditanya oleh Crew Pro - Aswaja.
Segenap Crew Pro - Aswaja MWC NU Paiton turut berbela sungkawa atas meninggalnnya Ust. Jufri Sholeh selaku Rois Syuriah NU Ranting Sumberanyar.<CPA/MIG>

Rabu, 10 September 2014

MWC NU Paiton, Kaji Tafsir Ahkam



Sejak tahun lalu, Pengurus MWC NU Paiton mengadakan kajian kitab kuning. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pengurus, masyarakat sekitar pun ikut berpartisipasi untuk melesatarikan budaya NU yang kini semakin ditinggalkan. Sehingga setiap Jum’at malam selepas shalat Isya’, nuansa salafi kental terasa di Kantor MWC NU Paiton.

NU 'MENGUDARA'


NU menunjukkan kekonsistenannya untuk bisa mengepakkan sayap keaswajaan yang sudah membumi, dari sekian organisasi yang ada didalamnya serta program-program yang yang sudah banyak membantu warga nahdliyyin pada khususnya dan warga indonesia pada umumnya, dari segi penegakan syari'at islam.
untuk bisa tetap eksis dan mudah dalam menyampaikan ajaran islam yang sesuai dengan ahlus sunnah wal jamaah, NU resmi membuka stasiun televisi lokal yaitu TV9.
TV9 Surabaya adalah sebuah stasiun televisi lokal di Surabaya dengan siaran bernuansa Islam. TV9 dikelola oleh PT. Dakwah Inti Media, perusahaan yang dimiliki oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H.,MM., termasuk di dalamnya organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. TV9 diluncurkan pada tanggal 31 Januari 2010 oleh Soekarwo sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Nahdlatul Ulama ke-84. TV9 telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Penyiaran prinsip tertanggal pada 7 Juli 2009 dan Ijin Penyelenggaraan Penyiaran tetap tertanggal pada 23 Juli 2012 dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk melakukan siaran sebagai lembaga penyiaran swasta lokal untuk di Surabaya/Jawa Timur. TV9 berada di Channel 42 UHF.
TV9 memulai siarannya pada tanggal 31 Januari 2010 dan memfokuskan siaran pada program-program bernuansa Islami.
dengan mengudaranya tv9 diharapkan dengan program-program yang ada bisa membuat warga nahdliyin semakin paham tentang keagamaan.
namun, dengan maraknya stasiun televisi lokal yang membawa nuansa islami, seperti insan tv, rodja tv.  nilai-nilai keaswajaan mulai disusupi dengan kepentingan-kepentingan beberapa golongan bahkan organisasi masyarakat. oleh karena itu, dihimbau untuk warga nahdliyin berhati-hati saat memilih berita yang nantinya bisa mengkaburkan lagi ajaran-ajaran islam yang sesuai dengan aswaja.
Untuk selengkapnya, TV9 dapat disaksikan melalui:
- TV Parabola: Satelit Telkom 1, Frequensi 3552, Symbol Rate 3100, Polarisasi Horizontal (Area Seluruh Indonesia)
- TV Analog: 42 UHF (Area Jawa Timur)
- TV Streaming: http://www.tv9.co.id/stream (Dunia)
- Streaming Islami: http://www.streamingislami.com/video-islam/24/TV9-Surabaya.html (Dunia)
Selain TV9 Surabaya, stasiun televisi Islam ahlussunnah wal jama’ah di Indonesia lainnya adalah ASWAJA TV (Nahdliyyin Network). stasiun televisi yang bernuansa Islami yang diluncurkan pada bulan Juli 2013. Dari namanya, ASWAJA TV merupakan stasiun TV yang berbasis Islam Sunni yang dapat di akses melalui Satelit Palapa D, Frekuensi: 03932, Symbol Rate: 15800, Polarisasi: Vertikal, Type Video: MPEG2 dan MPEG2 serta PBNU TV.
mari kita pelihara bersama TV kebanggaan kita.
(cpa/mig)

Pengurus MWCNU Paiton Resmi Dilantik

Probolinggo, NU Online

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Paiton Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur masa khidmat 2013-2018, Ahad (17/11) resmi dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan KH. Nasrullah A. Suja’i di Pesantren Darul Ulum Paiton.

Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Amin Fathullah beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom mulai tingkat MWC hingga ranting serta Camat Paiton dan jajaran Muspika Paiton, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berada di Kecamatan Paiton dan sekitarnya.

Dalam kepengurusan MWCNU Kecamatan Paiton masa khidmat 2013-2018 ini, Rais Syuriyah dijabat oleh H. Abdul Wafi dan Ketua Tanfidziyah dijabat oleh H. Barzan Ahmadi. Pelantikan ini digelar bersamaan dengan peringatan tahun baru Islam 1435 H.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Paiton Barzan Ahmadi mengaku siap menjalankan amanah dari konferensi secara maksimal dan tepat guna sehingga pada akhir masa khidmat semua program dapat dijalankan dengan baik dan manfaatnya sesuai dengan harapan bersama.

“Yang jelas saya dan Rais Syuriyah H. Abdul Wafi telah menyiapkan beberapa program untuk lima tahun kedepan. Mohon doa dan dukungannya agar kami berdua bisa bekerja dengan lebih baik lagi dari sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah A. Suja’i menghimbau agar pengurus NU yang baru dilantik dapat membentengi diri dan warga NU seiring dengan maraknya faham-faham yang mengusik organisasi besar seperti NU dengan menghidupkan lailatul ijtima’ dan tradisi-tradisi NU lainnya.

”Hidupkanlah tradisi-tradisi NU seperti istighotsah dan lailatul ijtima’ untuk membentengi NU dari faham-faham yang tidak sesuai dengan kaidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ungkapnya.

Menurut Kiai Suja’i, menjadi pengurus NU merupakan sebuah perjuangan dan keikhlasan. Sebab di dalam organisasi keagamaan terbesar tersebut pengurus tidak memperoleh gaji. ”Pengurus NU harus ikhlas berjuang demi membesarkan organisasi untuk kemaslahatan ummat,” jelasnya.

Sementara Camat Paiton H. Buwang Ponadi berharap agar pengurus MWC yang dilantik bisa membangun sinergisitas dalam rangka meningkatkan pembangunan umat, mengingat dengan adanya kerjasama yang baik akan dapat meningkatkan pembangunan di segala bidang.

“Semoga ke depan sinergisitas antara pemerintah dengan MWCNU di Kecamatan Paiton bisa semakin erat dalam rangka untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



MWCNU Paiton Terima Penghargaan Kartanu Terbanyak

Probolinggo, NU Online

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo membuktikan diri sebagai satu-satunya MWCNU se-PCNU Kota Kraksaan yang memperoleh Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) terbanyak.

Penghargaan sebagai MWCNU yang perolehan Kartanunya terbanyak tersebut diserahkan oleh Tim Kartanu PCNU Kota Kraksaan kepada Ketua MWCNU Moh. Barzan. Penghargaan juga diberikan kepada MWCNU Pajarakan dan Krejengan sebagai Kartanu terbanyak kedua dan ketiga.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pengurus MWCNU dan warga NU yang bersama-sama ikut mensukseskan pelaksanaan Kartanu.

“Mudah-mudahan dengan adanya Kartanu ini, proses pendataan warga NU terutama di PCNU Kota Kraksaan dapat berjalan maksimal serta data yang didapat benar-benar akurat karena sudah terdata dengan baik,” ungkapnya kepada NU Online, Senin (10/6).

Menurut Kiai Suja’i, program Kartanu ini bertujuan untuk pembuatan database (sensus) warga NU, mengantisipasi terhadap pihak luar dan memberikan kontribusi finansial ke organisasi serta memberi data pendukung untuk program PWNU dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Manfaat Kartanu sekarang banyak sekali, mulai dari untuk mengetahui jumlah keanggotaan NU di masing-masing ranting dan MWC, juga untuk mensubsidi NU dari tingkat cabang, MWC sampai pada tingkatan ranting. Selain itu, adanya Kartanu juga untuk mensubsidi GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU,” jelasnya.

Kiai Suja’i mengungkapkan, Kartanu sangat penting untuk dimiliki oleh warga nahdliyin sebagai bukti resmi warga NU. ”Apalagi belakangan ini banyak orang meminta surat keterangan menjadi warga NU untuk kepentingannya terutama mereka yang ingin mendaftar beasiswa belajar ke luar negeri,” jelasnya.

Dikatakan Kiai Suja’i, pendataan melalui Kartanu ini memiliki arti yang sangat penting untuk penguatan organisasi dan warga NU. Selain untuk mengetahui jumlah valid anggota NU, keberadaan Kartanu ini dimaksudkan untuk menangkal dan membentengi warga NU dari budaya luar yang tidak sesuai dengan amaliah NU, ”Sebagai organisasi yang kuat, NU harus tahu jumlah anggota dan seluruh warga Nahdliyin di wilayahnya,” tambahnya.

Dengan memiliki Kartanu dijelaskan Kiai Suja’i, berarti warga NU sudah memberikan kontribusi kepada organisasi untuk penguatan jam'iyah NU. Pendataan Kartanu ini sangat efektif menjadi salah satu kontribusi warga kepada NU.

”Dengan adanya Kartanu ini, kita akan lebih mudah dalam memberikan pembinaan kepada warga nahdliyin. Intinya, kalau kita sudah memiliki Kartanu, berarti kita benar-benar setia kepada NU,” pungkasnya.


Redaktur     : Abdullah Alawi
Kontributor : Syamsul Akbar

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,45053-lang,id-c,daerah-t,MWCNU+Paiton+Terima+Penghargaan+Kartanu+Terbanyak-.phpx